SEJARAH SD SINT YOSEPH

Pencarian



Follow Us



Kalender


Februari 2026

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28

SEJARAH SD SINT YOSEPH

Pada tahun 1920 Batavia Vereeninging mendirikan sebuah Lembaga Pendidikan Dasar yang pada awal mulanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan bagi anak-anak Panti Asuhan. Selanjutnya sekolah ini juga hanya menerima anak-anak keturunan Belanda saja.  Pada tahun 1950 mulai menerima juga siswa keturunan Tionghoa dan Pribumi

Berdasarkan SK Pemerintah nomor 46115 tanggal 16 Februari 1953 diberi nama SD Sint Yoseph dengan status Bersubsidi, dimana saat itu gedung yang berlokasi di Jl. Kramat Raya No.134 hanya mempunyai 5 (lima) ruang kelas.

Pada tahun 1958 diperluas kembali menjadi 8 (delapan) ruang kelas. Kemudian pada tahun 1972 terdapat penambahan 4 (empat) kelas. Seiring dengan perkembangannya, kini jumlah kelas  menjadi 14 (empat belas) kelas.

Pada tahun 1992 dibangun gedung berlantai tiga yang diresmikan pada tahun 1993 oleh Uskup Agung Jakarta Leo Sukoto dan Gubernur DKI Soejadi Soedirdja.

Melihat adanya kebutuhan untuk anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus, maka pada tahun 1993 Pater Aloysius Ombos, OFM merintis pembukaan Kelas bagi Anak Berkebutuhan Khusus yang kemudian disebut ABK. Dalam pergaulan di sekolah, murid kelas ABK berbaur dengan murid kelas reguler agar mereka tidak merasa dibedakan, termotivasi dan dapat mendukung perkembangan mereka dalam berinteraksi.

Kelas ABK didirikan untuk anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus tersebut meliputi : 

  • Autisma, 
  • Gangguan Perkembangan Pervasive Yang Tidak Dikenal, 
  • Gangguan Perkembangan Multisistem, 
  • Gangguan Atau Keterlambatan Bahasa, 
  • Tonus Otot Lemah (Hipotonia), 
  • Gangguan Pengintegrasian Sensori ( Sensory Intefration Disorder), 
  • Gangguan Pemusatan Perhatian (ADD Dan ADHD)
  • Gangguan Yang Berkenaan Dengan Metabolisme Dan Gangguan Lain.